Masinton Senggol SBY: Kalau Sepakat Dua Calon, Curangnya di Mana?

Masinton Senggol SBY: Kalau Sepakat Dua Calon, Curangnya di Mana? Kredit Foto: Taufik Idharudin

Politikus PDIP Masinton Pasaribu mengatakan tak masalah jika Pilpres 2024 diatur sedemikian rupa sehingga hanya diikuti dua pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Hal ini ia sampaikan untuk menanggapi pernyataan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyebut ada potensi kecurangan pada Pemilu 2024 karena akan diatur sehingga hanya diikuti dua paslon.

Baca Juga: Makin Panas! Partai Demokrat Tantang PDIP Buka-bukaan Fakta Kecurangan Pemilu

Menurut Masinton, pernyataan SBY tersebut tidak relevan. Sebab, syarat partai politik mengajukan Capres-Cawapres harus memenuhi presidential threshold (PT) 20 persen. Sehingga, sangat mungkin terjadi jika Pilpres 2024 hanya diikuti dua pasang calon.

"Kalau dikatakan dua pasang sebagai kecurangan, menurut saya yang menjadi sangat tidak relevan, karena PT diatur UU, apalagi UU 20 persen itu, dibuat dan dibahas di DPR, (diikuti oleh) partai-partai politik dan pemerintah," ungkap Masinton dalam sebuah diskusi di Gedung DPR, Senayan, Kamis (29/8/2022).

Baca Juga: SBY Cium Bau Kecurangan Pemilu 2024, Adian Napitupulu Mencak-mencak: Lapor Aja ke Polisi!

Lebih lanjut dia mengatakan, seharusnya setiap partai berjuang untuk memenuhi persyaratan tersebut, salah satunya dengan membentuk koalisi.

"Artinya apa, ayo dong kalau kita pengin mencalonkan, ayo raih dukungan rakyat, bekerja keraslah meraih dukungan rakyat. Sehingga kita tidak menyalahkan produk yang kita buat sendiri," terang anggota DPR ini.

Masinton pun mengaku heran mengapa Pilpres yang hanya diikuti dua pasangan calon dianggap curang. Dia tak ingin antarpihak saling menuding menjelang Pilpres 2024.

Baca Juga: Alamak! Pemilunya Saja Belum Mulai, SBY Sudah Tahu Tanda-tanda Kecurangan Pilpres 2024, Hmm

Dengan demikian, ia menganggap dugaan kecurangan pemilu hanya pernyataan politis yang disampaikan SBY.

"Artinya, kalau saya melihat ini lebih pada pernyataan politis daripada indikasi yang katanya indikasi tadi, lebih tinggi pernyataan politisnya ketimbang adanya indikasi ke arah kecurangan tadi," tutupnya.

Populis Discover

Terkait

Terpopuler

Video Pilihan

Terkini