Duet Anies-AHY Terancam Gagal, Demokrat dan Nasdem Belum Deal

Duet Anies-AHY  Terancam Gagal, Demokrat dan Nasdem Belum Deal Kredit Foto: Moehamad Dheny Permana

Duet Anies Baswedan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang disebut-sebut Partai Demokrat, terancam gagal. Lantaran, salah satu calon mitra koalisi Demokrat, NasDem, belum deal dengan duet tersebut.

Hubungan NasDem, PKS, dan Demokrat untuk membangun koalisi sudah sangat dekat, ketiganya sudah beberapa kali bertemu. Bahkan, pengurus elite ketiga parpol itu, di beberapa kali kesempatan, pamer kedekatan di depan publik serta mengatakan ada kemungkinan berkoalisi.

Namun, belum juga membuat ketiga parpol deal deklarasi koalisi. Salah satu penyebabnya, yakni belum sepakat dengan pasangan capres-cawapres yang diusung. Untuk capres, ketiga parpol setuju mengusung Anies. NasDem, PKS, dan Demokrat sudah oke semua. Sayangnya, untuk cawapres, masih ada perdebatan.

Partai Demokrat ingin agar ketua umumnya, AHY, menjadi cawapres. Bahkan, sudah kampanye di mana-mana pasangan Anies-AHY. Namun hal tersebut, NasDem tak setuju. NasDem diduga ingin nama lain. Sejumlah nama yang masuk bursa cawapres NasDem merupakan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Wakil Ketua Umum NasDem Ahmad Ali mengungkapkan, ketiga parpol itu belum menyampaikan koalisi karena belum ada kesepakatan pasangan capres-cawapres. Ali juga mengklaim belum adanya deklarasi koalisi karena belum ada kerja sama dengan Demokrat.

Baca Juga: Giring Ganesha: Demokrat Harus Tegas! Katakan Iya tau Tidak pada Korupsi, Kok Malah Bela Lukas Enembe?

Jika perbedaan ini tak kunjung bisa dipertemukan, tidak menutup mungkin rencana koalisi NasDem, Demokrat, PKS, bakal ambyar.

"Jadi, perbedaan itu harus dipertemukan, bukan berarti untuk dipersatukan. Kalau tidak bisa bersatu, ya paling tidak kita memahami kenapa kita berbeda," kata Ali, Jumat kemarin (30/9/2022).

Menurutnya, waktu pendaftaran capres masih lama. Ia meyakini, waktu yang masih panjang itu bisa digunakan agar melakukan pertemuan dan menyamakan pandangan.

Soal usulan Demokrat yang ingin menduetkan Anies-AHY, Ali enggan banyak berkomentar. NasDem belum punya ikatan kerja sama dengan Demokrat. Jadi, belum bisa mendiskusikan atau menyetujui yang menjadi usulan Demokrat.

Menurut dia, capres-cawapres tidak harus berasal dari kader parpol. Karena ada juga orang profesional atau nonpartai yang punya karakter lebih baik. "NasDem berpandangan, partai sebagai wadah untuk mengatur sirkulasi kekuasaan. Kami ingin berkoalisi dengan partai yang memiliki pandangan yang sama," ucapnya.

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Populis dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Populis Discover

Terkait

Terpopuler

Video Pilihan

Terkini