Serikat Buruh Kecewa Sama Heru Budi Karena Cuma Naikan UMP DKI Sebesar 5,6 persen, Beda Sama Daerahnya Khofifah...

Serikat Buruh Kecewa Sama Heru Budi Karena Cuma Naikan UMP DKI Sebesar 5,6 persen, Beda Sama Daerahnya Khofifah... Kredit Foto: Taufik Idharudin

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak mentah-mentah kebijakan Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono yang akan menaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2023 sebesar 5,6 persen atau menjadi Rp 4.901.798.  

Presiden KSPI Said Iqbal menjelaskan bahwa kenaikan UMP semestinya sesuai dengan kenaikan inflasi yang diperkirakan mencapai 6,5 persen. Sehingga pihaknya merasa kecewa dengan keputusan Heru Budi karena tak sesuai harapan.

"Kenaikan UMP dan UMK di seluruh Indonesia seharusnya adalah sebesar inflansi dan pertumbuhan ekonomi di masing-masing provinsi atau kab/kota di tahun berjalan, bukan menggunakan inflansi dan pertumbuhan ekonomi tahunan atau Year on Year," kata Said Iqbal dalam keterangannya, Senin (28/11/2022).

Baca Juga: Sejahterakan Pekerja! Pemprov DKI Fix Bakal Naikkan UMP DKI 2023 Menjadi Rp 4,9 Juta!

Said kemudian membandingkan dengan kenaikan UMP di sejumlah provinsi seperti di Banten sebesar 6,4 persen, Jogja sebesar 7,65 persen. Bahkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berani menaikan UMP sebesar 7,85 persen.

"Kenaikan 5,6% (di DKI) masih di bawah nilai inflasi. Dengan demikian Gubernur DKI tidak punya rasa peduli dan empati pada kaum buruh," ujarnya.

Baca Juga: Orang-orangnya Anies Baswedan di DKI Makin Tersingkir, Kali ini Giliran Gunung dan Widi Dicopot dari Jabatan Direktur Jakpro!

Said kemudian mendesak Heru Budi untuk merevisi kenaikan UMP DKI Tahun 2023 sebesar 10,55% sesuai dengan yang diusulkan Dewan Pengupahan Provinsi DKI dari unsur serikat buruh.

Menurutnya, kenaikan UMP DKI 5,6% tidak akan bisa memenuhi kebutuhan buruh dan rakyat kecil di DKI. Ia pun mengancam akan demo besar-besaran jika usulannya tak kunjung didengar.

"Bilamana tuntutan di atas tidak didengar, mulai minggu depan akan ada aksi besar di berbagai daerah di seluruh Indonesia untuk menyuarakan kenaikan upah sebesar 10 hingga 13%," tegasnya.

Populis Discover

Terkait

Terpopuler

Video Pilihan

Terkini