Pesan Puan Maharani 'Jangan Pernah Merasa Perempuan tak Bisa Jadi Pemimpin, Saya Sudah membuktikannya!'

Pesan Puan Maharani 'Jangan Pernah Merasa Perempuan tak Bisa Jadi Pemimpin, Saya Sudah membuktikannya!' Kredit Foto: YouTube UBK

Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan perempuan menjauhi pemikiran bahwa perempuan tidak bisa menjadi pemimpin. 

"Jangan pernah merasa bahwa tidak bisa jadi pemimpin kalian harus semangat karena saya sudah membuktikan kita bisa, kita mampu, kita pasti bisa, kita buktikan itu," katanya saat menyampaikan Orasi Ilmiah dalam acara Wisuda Program Sarjana dan Program Magister IV Tahun Akademik 2021/2022 Universitas Bung Karno di Jakarta, Rabu (30/11/2022).

Baca Juga: Cuma Bisa Nangis Saat Diinterogasi, Putri Candrawathi Ngakunya Ada yang masuk ke Kamar, Terus Ada yang Pegang-pegang Dia! Alamak...

Puan menuturkan bahwa menjadi pemimpin perempuan akan membutuhkan kerja keras yang lebih karena selain harus membuktikan kualitas diri, pemimpin perempuan harus memenuhi tanggung jawabnya sebagai istri dan ibu.

Ia mengingatkan agar perempuan tidak pernah lupa mengurus tanggung jawab di rumah. Ini karena perempuan hebat membutuhkan dukungan dari orang-orang yang ada di rumah.

"Kita tetap butuh dukungan dari yang ada di rumah tapi pasti bisa. Sudah ada contohnya, banyak ada Ibu Megawati pernah jadi Presiden pernah jadi Wakil Presiden, saya juga Menko pertama perempuan termuda, umur 40 tahun saya jadi Menko," ucapnya.

Baca Juga: Gegara Keseret Kasus Brigadir J, Eh... kena Demosi 8 Tahun, Ridwan Soplanit Abis Beri Kesaksian Ngomong Gini ke Ferdy Sambo

Puan pun bercerita bahwa ketika dirinya ditawarkan menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) dirinya mengaku belum mempunyai kemampuan. Namun Puan tetap menerima amanah tersebut dan bertekad menjadi Menko yang mampu mengatur delapan kementerian di bawahnya serta menjadi Menko termuda dengan usia di bawah 60 tahun.

"Alhamdulillah 5 tahun selamat, berhasil bisa mengkoordinasikan delapan kementerian di bawah saya, tidak pernah berantem yang maksudnya ketika bicara di publik tidak pernah beda-beda dan kita jalankan semua program pemerintah dengan baik. Umur tidak masalah, muda atau tua, laki-laki perempuan bisa jadi pemimpin," tutur dia.

Baca Juga: Hati-hati Nih... PDIP Bisa Ditinggalkan Pemilihnya Jika Tak Usung Ganjar Jadi Capres 2024

Lebih lanjut Puan menyampaikan bahwa mulai 2022 hingga 2035, Indonesia mengalami 'Bonus Demografi' yang berarti Indonesia akan surplus SDM usia produktif. Surplus SDM usia produktif tersebut. Apabila tidak dibekali dengan kemampuan yang memadai, maka akan menjadi beban bangsa dan negara.

Dunia usaha dan dunia kerja di Indonesia saat ini, mengikuti tren yang berkembang, yaitu digitalisasi. Dalam era kemajuan teknologi informasi komunikasi, telah membuka berbagai kesempatan dan sekaligus persaingan yang tinggi.

Oleh karena itu, ia berharap para generasi muda mempersiapkan diri menghadapi persaingan, menghadapi risiko usaha, serta meningkatkan kualitas diri apapun pilihannya.

"Ekonomi digital, e-commerce, berkembang dengan pesat dan persaingan yang ketat. Selama Pandemi COVID-19, pemanfaatan ekonomi digital semakin luas dan membuka kesempatan bagi siapapun untuk mendapatkan manfaat ekonomi dan sosial," jelas Puan.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Populis dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Populis Discover

Terkait

Terpopuler

Video Pilihan

Terkini