Reuni 212 Nggak Digelar di Monas Tapi di Masjid At-Tin, Begini Penjelasan Tangan Kanan Habib Rizieq, Simak Baik-baik!

Reuni 212 Nggak Digelar di Monas Tapi di Masjid At-Tin, Begini Penjelasan Tangan Kanan Habib Rizieq, Simak Baik-baik! Kredit Foto: Aprillio Akbar

Tokoh Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif menjelaskan mengapa reuni kelompok 212 tahun ini tidak digelar di kawasan Monas, seperti acara-acara sebelumnya. Slamet menyebut bahwa sejak tahun 2020 lalu, kawasan dalam Monas sudah tidak bisa digunakan untuk acara. 

Ketika tahun 2020, ia menyebutkan pernah mencoba untuk mengadakan acara di Monas, namun tidak diperbolehkan. Selain itu, perizinan kawasan tersebut bukan lagi di bawah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, namun Sekretariat Negara (Setneg).

"Pertama, Monas memang udah lama gak bisa digunakan sejak tahun 2020 gak bisa. Apalagi sekarang perizinannya dari Pemda beralih ke Setneg, sehingga kita pernah mencoba 2020 gak dikasih," katanya kepada awak media pada Rabu (30/11/2022).

Baca Juga: Kelompok 212 Bakal Adakan Reuni di Masjid At-Tin Jakarta 2 Desember Mendatang! Persiapan Sudah 90 Persen!

Slamet juga mengungkapkan bahwa pihaknya sempat bergeser ke Masjid Istiqlal Jakarts Pusat. Namun, hasilnya juga nihil karena oleh pengurus Masjid Istiqlal tidak diperkenankan.

"Kita kemarin ingin di Istiqlal, kita mengajukan surat permohonan bertemu dengan imam besar Istiqlal juga, kemudian tidak diizinkan di Istiqlal dengan berbagai pertimbangan. Akhirnya kita cari alternatif tempat yang bisa menampung kemudian pas paling bisa kita kembalikan, di sini tempatnya di At-Tin," ujarnya.

"Akhirnya kita syura dengan para ulama kemudian kita tetap di At-Tin, kebetulan pihak At-Tin mengizinkan," sambung Slamet. 

Baca Juga: Abis Minta Izin 'Tempur ke Jokowi, Benny Rhamdani Malah Diingetin Soal Pekerjaan, Fokus Pak...

Lebih lanjut Slamet menjelaskan bahwa nanti acara akan diawali dengan sholat tajahud dulu, kemudian disambung dengan muhasabah. Selepas itu, mereka bakal melalukan sholat subuh berjamaah,  zikir, langsung istigosah bermunajat. 

"Abis munajat kemudian kita langsung Indonesia bersalawat. Kurang lebih kita satu jam bersalawat. Kemudian setelah itu langsung tausiah, satu atau dua ulama kita yang nanti hadir. Abis itu doa penutup, selesai," tuturnya. 

Slamet belum bisa memastikan siapa yang akan mengisi tausyiah atau pengajian nanti. Menurutnya, panitia akan melihat terlebih dahulu siapa tokoh yang bakal hadir.

Populis Discover

Terkait

Terpopuler

Video Pilihan

Terkini