Perangkat Desa Lakukan Aksi Demo, Rocky Gerung Curiga Ada yang ‘Bermain’: Publik Akan Menyebut Pak Jokowi, Luhut, hingga Tito Karnavian

Perangkat Desa Lakukan Aksi Demo, Rocky Gerung Curiga Ada yang ‘Bermain’: Publik Akan Menyebut Pak Jokowi, Luhut, hingga Tito Karnavian Kredit Foto: Viva

Kepala Desa dari penjuru daerah menggelar aksi demonstrasi ke Gedung DPR/MPR menuntut agar masa jabatan kades diperpanjang selama 9 tahun.

Di waktu bersamaan, Budiman Sudjatmiko dipanggil Jokowi ke Istana, kapasitasnya sebagai pembuat Naskah Akademik Undang-undang Desa. Setelah pertemuan dengan Jokowi, Budiman mengaku sepakat terkait tuntutan tersebut.

“Saya bicara dengan Pak Jokowi mengatakan sepakat dengan tuntutan itu. Beliau, pak presiden mengatakan tuntutan itu masuk akal ya,” ujar Budiman.

Budiman juga mengatakan kalau masa jabatan kepala desa itu enam tahun untuk satu kali periode, dan kepala desa juga bisa menjabat selama dua periode apabila terpilih lagi, aturan tersebut, bisa menimbulkan efek sosial di lapangan.

“Karena kalau kita pilih desa kan dengan tetangga dengan saudara sendiri itu kadang-kadang 3 tahun, 2 tahun pertama itu nggak selesai konfliknya. Sehingga, sisa 3 tahun atau 4 tahun nggak cukup untuk membangun desa,” ungkapnya.

“Sementara harus pilkades lagi sehingga kerja konsentrasi bangun desa 2 atau 3 tahun. Sementara 3 atau 4 tahun habis untuk berkelahi,” lanjutnya.

Baca Juga: Jokowi Puji Heru Budi Lanjutkan Proyek Sodetan Ciliwung yang Sudah Enam Tahun Berhenti, Nasdem: Tapi Kan Anggarannya dari Zaman Pak Anies!

Mengenai hal itu, Pengamat politik Rocky Gerung mencurigai soal demonstrasi yang terjadi dengan mobilisasi yang tergolong besar.

Menurut dirinya, setelah kades juga perangkat desa yang ingin memperjuangkan kehidupan ekonominya.

“Beban-beban pekerjaan perangkat desa banyak ya. Orang hamil, orang berkelahi, sehingga mereka meminta protek (perlindungan) hidup yang lebih baik,” tuturnya dilansir dari akun Youtube Rocky Gerung, Kamis (26/1/2023).

Meski begitu, situasi ini cenderung membuat publik makin curiga. 

Baca Juga: Nasdem Bela Anies Sebut Masalah Pembebasan Lahan Bukan Hal Gampang, Eh Kena Skakmat: Tukang Ngibul yang Jadi Capres Itu Gak Becus!

“Ini semacam ada orchestra. Publik akan menyebut anak nama Pak Jokowi, Luhut juga disebut, Pak Tito Menteri,” ucapnya.

“Ada mobilisasi ada kekhawatiran. Jika sekarang Menteri, tidak memperjuangkan Jokowi, maka dipakai ini,” lanjutnya.

Lihat Sumber Artikel di Suara.com Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Populis dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Suara.com.

Populis Discover

Terkait

Terpopuler

Terkini