Jokowi Dicap Anti Islam Gegara Larang Bukber, Susi Pudjiastuti: Mestinya Diapresiasi!

Jokowi Dicap Anti Islam Gegara Larang Bukber, Susi Pudjiastuti: Mestinya Diapresiasi! Kredit Foto: Instagram/Susi Pudjiastuti

Eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengapresiasi kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) menggelar buka puasa bersama atau Bukber.

"Yang dilarang oleh Presiden adalah Pejabat & ASN, mestinya kepekaan Pak Presiden akan hal ini diapresiasi," ucap Susi dikutip dari Twitter @susipudjiastuti, Jumat (24/3/2023).

Hal ini disampaikan Susi menanggapi kekhawatiran Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra bahwa Jokowi akan dicap anti Islam terkait larangan bukber.

Baca Juga: Heboh Larangan Bukber, Pramono Anung: Tidak Berlaku Bagi Masyarakat!

"Saya khawatir surat tersebut dijadikan sebagai bahan untuk menyudutkan pemerintah dan menuduh pemerintah, Presiden Jokowi anti-Islam," kata Yusril dalam keterangan tertulis, Kamis (23/3).

Sebelumnya, Jokowi meminta seluruh pejabat negara tidak menggelar acara buka puasa bersama selama bulan Ramadan 1444 Hijriah. Arahan itu tertuang dalam surat dengan kop surat Sekretaris Kabinet Republik Indonesia Nomor R 38/Seskab/DKK/03/2023 tertanggal 21 Maret 2023.

Baca Juga: Demokrat Klaim Koalisi Perubahan Sudah Resmi Terbentuk

Surat tersebut pun ditanda tangani oleh Sekretaris Kabinet, Pramono Anung pada Selasa, (21/03) yang ditujukan kepada Menteri Kabinet Indonesia Maju, Jaksa Agung, Panglima TNI, Kapolri, dan seluruh Kepala Badan atau Lembaga.

Di dalam surat imbauan tersebut, Jokowi menggarisbawahi tiga poin penting yaitu:

1. Penanganan Covid-19 saat ini dalam transisi dari pandemi menuju endemi, sehingga masih diperlukan kehati-hatian.

2. Sehubungan dengan hal tersebut, pelaksanaan kegiatan Buka Puasa Bersama pada bulan suci Ramadan 1444H agar ditiadakan.

3. Menteri Dalam Negeri agar menindaklanjuti arahan tersebut di atas kepada para Gubernur, Bupati, dan Walikota.

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Populis dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.

Populis Discover

Terkait

Terpopuler

Terkini